<?xml version='1.0' encoding='UTF-8'?><?xml-stylesheet href="http://www.blogger.com/styles/atom.css" type="text/css"?><feed xmlns='http://www.w3.org/2005/Atom' xmlns:openSearch='http://a9.com/-/spec/opensearchrss/1.0/' xmlns:georss='http://www.georss.org/georss' xmlns:gd='http://schemas.google.com/g/2005' xmlns:thr='http://purl.org/syndication/thread/1.0'><id>tag:blogger.com,1999:blog-2197574349984307055</id><updated>2012-02-16T19:42:09.640-08:00</updated><category term='di copy dari dakwatuna.com'/><category term='niat ikhlas'/><category term='sumber tulisan dari eramuslim.com'/><category term='di copy dari eramuslim.com'/><title type='text'>mencari ilmu menggapai taqwa</title><subtitle type='html'></subtitle><link rel='http://schemas.google.com/g/2005#feed' type='application/atom+xml' href='http://ilmutaqwa.blogspot.com/feeds/posts/default'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/2197574349984307055/posts/default?max-results=100'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://ilmutaqwa.blogspot.com/'/><link rel='hub' href='http://pubsubhubbub.appspot.com/'/><author><name>adnan</name><uri>http://www.blogger.com/profile/13998233627468636942</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='32' src='http://3.bp.blogspot.com/_HiR1pv0orwM/TCXLX5J4RfI/AAAAAAAAAAM/jEFd0Qx8UnE/S220/islamic_avatar_horse.gif'/></author><generator version='7.00' uri='http://www.blogger.com'>Blogger</generator><openSearch:totalResults>6</openSearch:totalResults><openSearch:startIndex>1</openSearch:startIndex><openSearch:itemsPerPage>100</openSearch:itemsPerPage><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-2197574349984307055.post-5908342390690305022</id><published>2010-10-05T01:25:00.000-07:00</published><updated>2010-10-05T01:28:16.345-07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='sumber tulisan dari eramuslim.com'/><title type='text'>Jauhkan Zina Pikiran, Lamunan dan Khayalan</title><content type='html'>salam,&lt;br /&gt;ini tulisan tentang bahaya dari pikiran yang tidak terkontrol dan jauh dari rahmat ALLAH swt yang saya copy dari eramuslim.com untuk diketahui bagi semua hamba ALLAH yang mendambakan jalan yang lurus dan berikut adalah tulisannya :&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;p&gt;Betapa manusia modern yang sudah terjebak dalam kehidupan jahilayah,  setiap harinya hidup mereka tak dapat lepas dari zina pikiran, lamunan  dan khayalan, yang menyelimuti kehidupan mereka. Setiap langkah keluar  rumah, dan bahkan di dalam rumah pun tak dapat melepaskan dari bahaya  zina pikiran, lamunan, dan khayalan. Hakikatnya, bi'ah yang ada, dan   diciptakan oleh manusia itu sendiri, sejatinya telah membawa mereka  kedalam kehidupan yang kotor, akibat zina pikiran, lamunan, dan  khayalan.&lt;/p&gt; &lt;p&gt;Siapa hari ini yang dapat menjaga dirinya dari zina pikiran,  lamunan-lamunan yang tak terbatas, khayalan-khayalan, yang telah merasuk  dalam jiwanya, dan menguasai seluruh relung kehidupannya, tak  mampu  lagi manusia, bangkit menghadapi nafsu syahwat yang telah  membelenggunya. Kehidupan dunia yang serba gemerlap dengan rona, yang  sangat menarik dahaga bagi manusia, yang haus akan kenikmatan dunia,  maka pikirannya, lamunannya, dan khayalannya, hanya menjadi sarana  pembuka syahwat, yang sudah menguasainya. Inilah kehidupan di zaman ini.&lt;/p&gt; &lt;p&gt;Zina pikiran, lamunan, khayalan itu, senantiasa akan terus  berputar-putar di dalam hati manusia, yang tak akan ada habis-habisnya.  Apalagi, kehidupan kini, yang semakin penuh dengan tawaran kenikmatan  dunia, maka akan semakin mendorong manusia, terus menerus dikuasai  pikiran, lamunan dan khayalannya, sampai saat datangnya kematian itu  sendiri.  Manusia yang sudah dirasuki pikiran, lamunan, dan khayalannya  pada kenikmatan dunia, ibarat seperti orang-orang yang terus-menerus  mengejar fata morgana, yang dikira akan dapat memuaskan dahaganya,  ternyata itu hanyalah khayalan, karena fatamorgana itu, tak pernah  berubah menjadi air yang menyejukkan tenggorokan mereka.&lt;/p&gt; &lt;p class="ArabCenter"&gt;وَالَّذِينَ كَفَرُوا أَعْمَالُهُمْ كَسَرَابٍ  بِقِيعَةٍ يَحْسَبُهُ الظَّمْآنُ مَاءً حَتَّىٰ إِذَا جَاءَهُ لَمْ  يَجِدْهُ شَيْئًا وَوَجَدَ اللَّهَ عِندَهُ فَوَفَّاهُ حِسَابَهُ ۗ  وَاللَّهُ سَرِيعُ الْحِسَابِ&lt;/p&gt; &lt;p&gt;“&lt;em&gt;Dan orang-orang kafir amal-amal mereka adalah laksana  fatamorgana di tanah yang datar, yang disangka air orang yang dahaga,  tetapi bila didatanginya air itu ia tidak mendapati  sesuatu apapun. Dan  didapatinya (ketetapan) Allah disisinya, lalu Allahk memberikan  kepadanya perhitungan amal-amal dengan cukup dan Allah adalah sangat  cepat perhitungan-Nya”.&lt;/em&gt; (QS : an-Nuur : 39)&lt;/p&gt; &lt;p&gt;Pikiran kotor, lamunan, dan khayalan merupakan modal bagi orang yang  bangkrut alias pailit dalam perdagangan. Kekuatan jiwa yang kosong tanpa  isi, yang sudah dirasuki dengan pikiran, lamunan dan khayalan, dan  tidak lagi terpaut dengan kebenaran dan kebaikan.&lt;/p&gt; &lt;p&gt;Lamunan sangat berbahaya bagi manusia, karena menyebabkan kelemahan,  ketidakberdayaan, kemalasan, penyimpangan, penyia-penyiaan waktu,  melalaikan  perintah Allah, dan hanya melahirkan kepayahan dan  kelelahan. Tatkala seorang pikirannya sudah dipenuhi dengan lamunan dan  khayalan, maka akan kehilangan saat menikmati alam realitas. Ia akan  membayangkan bentuk khayalan di dalam hatinya, ia merasa puas dengan  bentuk palsu yang sifatnya fiktif, saat itu ia melakukan sesuatu yang  tidak ada gunanya sama sekali. Ibaratnya seperti orang yang lapar dan  dahaga yang membayangkan  makanan atau minuman yang lezat dengan bentuk  fiktifnya. Seakan ia makan dan minum. Orang yang merasa puas dengan  dunia khayalan telah menunjukkan dirinya berjiwa hina.&lt;/p&gt; &lt;p&gt;Hakikatnya, waktu itu, tak lain, adalah umur manusia. Jika  hidupnya  hanya  dalam pikirannya yang penuh dengan lamunan dan khayalan, maka  saatnya nanti manusia akan dihadapkan dengan realitas yang sejatinya,  yaitu kehidupan akhirat.&lt;/p&gt; &lt;p&gt;Di mana manusia akan mendapatkan kenyataan yang sejati tentang  kehidupannya. Pikiran yang selalu dibenamkan dengan lamunan dan  khayalan, yang tak berujung, dan hanya diorientasikan kepada  kenikmatan-kenikmatan yang sifatnya palsu, maka saat manusia tersadar  dari lamunan dan  khayalan, manusia hanyalah akan menderita yang sangat.  Ternyata alam yang nyata, yang dihadapinya diakhirat, yang selama ini  tidak pernah terbersit dalam lamunan dan khayalan menjadi sebuah  kenyataan, dan ketika manusia tidak dapat lagi lari dari kenyataan itu.&lt;/p&gt; &lt;p&gt;Setan masuk dalam hati yang kosong dari lintasan pikiran, kemudian ia  menyibukkan  pemiliknya dengan hal-hal yang rendah. Tetapi manusia yang  pikiran lamunan dan khayalan sudah dipenuhi dengan nafsu, menyebabkan  bisikan setan yang akan membawanya kepada kehidupan yang rendah dan  hina, lalu manusia mennganggapnya sebagai kemuliaan, keindahan, dan  kenikmatan. &lt;/p&gt; &lt;p&gt;Maka, orang-orang yang berburu dengan kenikmatan palsu, keindahan  yang hina, serta kesenangan sesaat, hakikatnya sudah menjadi pengikut  dan budak setan. Mereka tidak dapat lagi membedakan mana yang bernilai  al-haq, dan mana yang bernilai bathil. Semua kenikmatan yang bersumber  dari bisikan setan, memupuskan segala kebaikan yang dimilikinya.&lt;/p&gt; &lt;p&gt;Karena itu, orang-orang yang menempuh jalan tasawuf (arbabus suluk)  mendasarkan suluk (akhlak) mereka dengan menjaga lintasan-lintasan  pikiran mereka, dan senantiasa menjauhkan diri pikiran yang membawa  kepada lamunan dan khayalan, yang menjerumuskan mereka ke dalam  kehidupan para hamba dunia.&lt;/p&gt; &lt;p&gt;Belajarlah dengan Umar Ibn Khatab, yang pikirannya selalu penuh  dengan pikiran-pikirannya yang hanya diarahkan untuk mencapai ridha  Allah Azza Wa Jalla.&lt;/p&gt; &lt;p&gt;Umar shalat dengan khusuk. Tetapi, saat usai shalat, pikirannya  dipenuhi dengan bagaimana mengatur tentaranya. Antara shalat dan jihad  selalu tak pernah dipisahkannya.&lt;/p&gt; &lt;p&gt;Setan tak pernah bisa masuk dalam benaknya Umar, yang merusaknya dan  mengalihkan itijah (orientasi) hidupnyag yang tulus hanya diarahkan  untuk tunduk dan patuh kepada Allah semata. Walahu’alam.&lt;/p&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/2197574349984307055-5908342390690305022?l=ilmutaqwa.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://ilmutaqwa.blogspot.com/feeds/5908342390690305022/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://ilmutaqwa.blogspot.com/2010/10/jauhkan-zina-pikiran-lamunan-dan.html#comment-form' title='2 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/2197574349984307055/posts/default/5908342390690305022'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/2197574349984307055/posts/default/5908342390690305022'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://ilmutaqwa.blogspot.com/2010/10/jauhkan-zina-pikiran-lamunan-dan.html' title='Jauhkan Zina Pikiran, Lamunan dan Khayalan'/><author><name>adnan</name><uri>http://www.blogger.com/profile/13998233627468636942</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='32' src='http://3.bp.blogspot.com/_HiR1pv0orwM/TCXLX5J4RfI/AAAAAAAAAAM/jEFd0Qx8UnE/S220/islamic_avatar_horse.gif'/></author><thr:total>2</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-2197574349984307055.post-8928961896756518533</id><published>2010-10-04T03:34:00.000-07:00</published><updated>2010-10-04T03:38:01.897-07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='sumber tulisan dari eramuslim.com'/><title type='text'>Ikatan Islam Bakal Terurai Simpul Demi Simpul</title><content type='html'>tulisan yang saya copy dari eramuslim.com ini begitu menarik sebab menggambarkan keadaan kita saat ini dan inilah isi tulisannya selamat membaca :&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;div id="detail" class="body-content"&gt;      &lt;p&gt;Mengapa kekacauan di dunia dewasa ini begitu merebak? Coba  perhatikan berbagai berita di media. Hampir semua mengabarkan kekacauan,  perselisihan dan kezaliman. Sedemikian merebaknya kekacauan  sampai-sampai di kalangan insan media di dunia barat berkembang suatu  motto yaitu &lt;em&gt;Bad News Is Good News&lt;/em&gt; (berita buruk adalah berita  baik). Artinya berita yang mengandung kekacauan diyakini bakal  mendatangkan profit bisnis. Bila suatu berita mengandung kebaikan, maka  ia dianggap ”tidak menjual” &lt;em&gt;Astaghfirullah..!!&lt;/em&gt;&lt;/p&gt; &lt;p&gt;&lt;em&gt;&lt;img alt="" src="http://t3.gstatic.com/images?q=tbn:mSXHttP2VnDaFM:http://i2.photobucket.com/albums/y34/fenty_lovegood/BadnewsGoodnews.jpg" align="right" border="2" /&gt;    &lt;/em&gt;&lt;/p&gt; &lt;p&gt;Namun pertanyaan di atas belum terjawab... Mengapa hal ini terjadi di  masa kita sekarang? Saudaraku, tidak perlu kita susah-susah mencari  jawabnya. Silahkan simak pesan Nabi Muhammad saw berikut:&lt;/p&gt;  &lt;p class="ArabCenter"&gt;عَنْ أَبِي أُمَامَةَ الْبَاهِلِيِّ عَنْ رَسُولِ  اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ قَالَ&lt;/p&gt; &lt;p class="ArabCenter"&gt;لَيُنْقَضَنَّ عُرَى الْإِسْلَامِ عُرْوَةً عُرْوَةً  فَكُلَّمَا انْتَقَضَتْ عُرْوَةٌ&lt;/p&gt; &lt;p class="ArabCenter"&gt;تَشَبَّثَ النَّاسُ بِالَّتِي تَلِيهَا  وَأَوَّلُهُنَّ نَقْضًا الْحُكْمُ وَآخِرُهُنَّ الصَّلَاةُ&lt;/p&gt; &lt;p&gt;&lt;em&gt;(AHMAD - 21139) : Dari Abu Umamah Al Bahili dari Rasulullah  Shallallahu'alaihiWasallam bersabda: “Sungguh ikatan Islam akan terurai  simpul demi simpul.&lt;/em&gt;&lt;em&gt; Setiap satu simpul terurai maka manusia  akan bergantunganpada simpul berikutnya. Yang pertama kali terurai  adalah masalah hukum dan yang paling akhir adalah sholat."&lt;/em&gt;&lt;/p&gt; &lt;p&gt;&lt;img alt="" src="http://t3.gstatic.com/images?q=tbn:bQb_zHJuSVGo9M:http://24.media.tumblr.com/tumblr_kxg3s7LOAN1qze79to1_400.jpg" align="left" border="2" /&gt;Sebagaimana ditulis oleh Ahmad Thomson dalam  bukunya Sistem Dajjal bahwa semenjak hampir satu abad yang lalu dunia  memasuki suatu keadaan dimana nilai-nilai &lt;em&gt;Rabbani&lt;/em&gt; dan &lt;em&gt;Nabawy&lt;/em&gt;  ditinggalkan dan nilai-nilai kekafiran alias Sistem Dajjal ditegakkan.  Penulis muslim berkebangsaan Inggris ini dengan tegas berpandangan bahwa  peradaban modern yang disetir oleh Dunia Barat Yahudi-Nasrani telah  menyebabkan seluruh masyarakat dunia terjebak ke dalam suatu kehidupan  yang mengingkari eksistensi Allah dan meyakini bahwa hidup ini hanyalah  di dunia belaka. Sebagaimana Allah gambarkan mengenai kaum &lt;em&gt;sekularis  &lt;/em&gt;(orang-orang yang &lt;em&gt;dunia-minded&lt;/em&gt;) di dalam Al-Qur’an:&lt;/p&gt;  &lt;p class="ArabCenter"&gt;وَقَالُوا مَا هِيَ إِلا حَيَاتُنَا الدُّنْيَا  نَمُوتُ وَنَحْيَا وَمَا يُهْلِكُنَا&lt;/p&gt; &lt;p class="ArabCenter"&gt;إِلا الدَّهْرُ وَمَا لَهُمْ بِذَلِكَ مِنْ عِلْمٍ  إِنْ هُمْ إِلا يَظُنُّونَ&lt;/p&gt; &lt;p&gt;”&lt;em&gt;Dan mereka berkata: "Kehidupan ini tidak lain hanyalah kehidupan  di dunia saja, kita mati dan kita hidup dan tidak ada yang akan  membinasakan kita selain masa", dan mereka sekali-kali tidak mempunyai  pengetahuan tentang itu, mereka tidak lain hanyalah menduga-duga saja.”  (QS Al-Jatsiyah ayat 24)&lt;/em&gt;&lt;/p&gt; &lt;p&gt;Dari sejarah, kita dapati bahwa sebenarnya selama hampir empat-belas  abad dunia berada dalam kebaikan karena dipimpin oleh orang-orang  beriman yang senantiasa mengembalikan segenap urusan –baik pribadi  maupun publik– kepada hukum Allah dan RasulNya. Para pemimpin tersebut  berusaha keras untuk memimbing masyarakat menuju keridhaan Allah dan  mengikuti sunnah NabiNya. Memang harus diakui bahwa selama masa itu  terkadang ada saja khalifah-khalifah pemimpin ummat yang memiliki  karakter bermasalah (baca:&lt;em&gt;fajir&lt;/em&gt;), tapi secara formal otoritas  kemasyarkatan pada masa itu masih menjunjung tinggi sumber utama rujukan  ummat Islam, yaitu Al-Qur’an Al-Karim dan As-Sunnah An-Nabawiyyah.  Sehingga secara garis besar ummat masih merasakan rahmat dan nikmatnya  hidup di bawah naungan hukum Allah. Sehingga selama rentang waktu yang  begitu panjang ummat masih menyerahkan ketaatan dan loyalitasnya kepada &lt;em&gt;Ulil  Amri&lt;/em&gt;&lt;em&gt;minkum&lt;/em&gt; (pemegang urusan dari kalangan orang-orang  beriman) sebagaimana diperintahkan Allah:&lt;/p&gt;  &lt;p class="ArabCenter"&gt;يَا أَيُّهَا الَّذِينَ آمَنُوا أَطِيعُوا اللَّهَ  وَأَطِيعُوا الرَّسُولَ&lt;/p&gt; &lt;p class="ArabCenter"&gt;وَأُولِي الأمْرِ مِنْكُمْ فَإِنْ تَنَازَعْتُمْ فِي  شَيْءٍ فَرُدُّوهُ إِلَى اللَّهِ&lt;/p&gt; &lt;p class="ArabCenter"&gt;وَالرَّسُولِ إِنْ كُنْتُمْ تُؤْمِنُونَ بِاللَّهِ  وَالْيَوْمِ الآخِرِ&lt;/p&gt; &lt;p class="ArabCenter"&gt;ذَلِكَ خَيْرٌ وَأَحْسَنُ تَأْوِيلا&lt;/p&gt; &lt;p&gt;&lt;em&gt;”Hai orang-orang yang beriman, taatilah Allah dan taatilah Rasul  (Nya), dan ulil amri di antara kamu. Kemudian jika kamu berlainan  pendapat tentang sesuatu, maka kembalikanlah ia kepada Allah (Al Qur'an)  dan Rasul (sunnahnya), jika kamu benar-benar beriman kepada Allah dan  hari kemudian. Yang demikian itu lebih utama (bagimu) dan lebih baik  akibatnya.” (QS An-Nisa ayat 59)&lt;/em&gt;&lt;/p&gt; &lt;p&gt;Namun semenjak dunia menyaksikan berdirinya berbagai negara  berdasarkan konsep kebangsaan dan bukan lagi berlandaskan aqidah tauhid  dan ibadah kepada Allah semata, maka mulailah dalam bidang hukum  masing-masing &lt;em&gt;nation-states &lt;/em&gt;tersebut meninggalkan hukum Allah  dan RasulNya lalu berkreatifitas menyusun sendiri hukumnya  masing-masing. Ada yang kurang kreatif sehingga begitu saja mengadopsi  sistem hukum mantan penjajahnya, seperti Indonesia mengambil perangkat  hukum Belanda sebagai hukum nasionalnya. Namun ada juga yang sedikit  lebih kreatif dengan mengkombinasikan hukum mantan penjajahnya dengan  hukum adat-setempat plus campuran hukum dari Al-Qur’an. Tetapi tidak ada  yang secara murni dan konsekuen menjadikan hanya Al-Qur’an Al-Karim dan  As-Sunnah An-Nabawiyyah sebagai rujukan tunggal hukum nasionalnya,  apalagi dalam tataran aplikasinya.&lt;/p&gt; &lt;p&gt;Inilah salah satu tanda akhir zaman yang di-&lt;em&gt;nubuwwah&lt;/em&gt;-kan  (diprediksi) oleh Rasulullah saw di dalam hadits riwayat Imam Ahmad di  atas.&lt;em&gt; “Sungguh ikatan Islam akan terurai simpul demi simpul. Setiap  satu simpul terurai maka manusia akan bergantungan pada simpul  berikutnya. Yang pertama kali terurai adalah masalah hukum dan yang  paling akhir adalah sholat."&lt;/em&gt;&lt;/p&gt; &lt;p&gt;Jelas sekali Nabi saw mengisyaratkan bahwa dekadensi penerapan ajaran  Islam diawali dengan lepasnya simpul dalam masalah hukum. Dewasa ini  kita menyaksikan bahwa tidak ada lagi tatanan masyarakat yang masih  menerapkan hukum Islam secara murni dan konsekuen. Semua berlomba  meninggalkan hukum Allah dan membanggakan hukum produk kelompok manusia  masing-masing bangsa. Tanpa kecuali hal ini juga terjadi di  negara-negara berpenduduk mayoritas muslim. Jika masyarakat diajak untuk  kembali kepada penerapan syariat Islam atau kembali kepada hukum Allah  dan RasulNya, maka kebanyakan orang menolaknya. Padahal sikap penolakan  seperti yang mereka tunjukkan hanya pantas dilakukan oleh kaum munafik  sebagaimana Allah jelaskan berikut:&lt;/p&gt;  &lt;p class="ArabCenter"&gt;وَإِذَا قِيلَ لَهُمْ تَعَالَوْا إِلَى مَا أَنْزَلَ  اللَّهُ وَإِلَى الرَّسُولِ&lt;/p&gt; &lt;p class="ArabCenter"&gt;رَأَيْتَ الْمُنَافِقِينَ يَصُدُّونَ عَنْكَ  صُدُودًا&lt;/p&gt; &lt;p&gt;&lt;em&gt;“Apabila dikatakan kepada mereka: "Marilah kamu (tunduk) kepada  hukum yang Allah telah turunkan dan kepada hukum Rasul", niscaya kamu  lihat orang-orang munafik menghalangi (manusia) dengan sekuat-kuatnya  dari (mendekati) kamu.” (QS An-Nisa ayat 61)&lt;/em&gt;&lt;/p&gt; &lt;p&gt;&lt;em&gt;&lt;img alt="" src="http://t0.gstatic.com/images?q=tbn:NQ3Y4nX8MpGrgM:http://www.muhajirlawfirm.com/images/timbangan.gif" align="right" border="2" /&gt;&lt;/em&gt;&lt;/p&gt; &lt;p&gt;Hukum Allah wajib ditegakkan karena hanya dengan menerapkan hukum  Al-Qur’an sajalah &lt;em&gt;kebenaran &lt;/em&gt;dan &lt;em&gt;keadilan &lt;/em&gt;dapat  diwujudkan. Banyak orang mengaku membela kebenaran dan keadilan, namun  jika ditanya apa yang dia maksud dengan kebenaran dan keadilan, maka ia  pasti akan menjawab selain Al-Qur-an. Padahal kebenaran dan keadilan  hanya dapat wujud jika kita menegakkan hukum berlandaskan Kitab Allah,  yakni Al-Qur’an.&lt;/p&gt;  &lt;p class="ArabCenter"&gt;وَتَمَّتْ كَلِمَةُ رَبِّكَ صِدْقًا وَعَدْلا&lt;/p&gt; &lt;p class="ArabCenter"&gt;لا مُبَدِّلَ لِكَلِمَاتِهِ وَهُوَ السَّمِيعُ  الْعَلِيمُ&lt;/p&gt; &lt;p&gt;&lt;em&gt;”Telah sempurnalah kalimat Tuhanmu (Al Qur'an), sebagai kalimat  yang benar dan adil. Tidak ada yang dapat merubah-rubah  kalimat-kalimat-Nya dan Dia-lah yang Maha Mendengar lagi Maha  Mengetahui.” (QS Al-An’aam ayat 115)&lt;/em&gt;&lt;/p&gt; &lt;p&gt;Wajarlah bila hukum Al-Qur’an merupakan hukum satu-satunya yang benar  dan adil, sebab seluruhnya bersumber dari Allah Yang Maha Benar lagi  Maha Adil. Sedangkan hukum manusia merupakan hukum yang pati mengandung  cacat dan ketidak-sempurnaan, sebab Allah sendiri menggambarkan manusia  sebagai makhluk yang&lt;em&gt; amat zalim&lt;/em&gt; lagi &lt;em&gt;amat bodoh&lt;/em&gt;.  Bagaimana mungkin manusia dengan karakter seperti itu akan sanggup  memproduk hukum yang benar apalagi adil? Tidak mengherankan kalau di  zaman ini kita temukan bahwa berbagai kezaliman dan perilaku bodoh  merebak di tengah kehidupan masyarakat modern.&lt;/p&gt; &lt;p class="ArabCenter"&gt;إِنَّا عَرَضْنَا الأمَانَةَ عَلَى السَّمَاوَاتِ  وَالأرْضِ وَالْجِبَالِ&lt;/p&gt; &lt;p class="ArabCenter"&gt;فَأَبَيْنَ أَنْ يَحْمِلْنَهَا وَأَشْفَقْنَ مِنْهَا  وَحَمَلَهَا الإنْسَانُ&lt;/p&gt; &lt;p class="ArabCenter"&gt;إِنَّهُ كَانَ ظَلُومًا جَهُولا&lt;/p&gt; &lt;p&gt;&lt;em&gt;“Sesungguhnya Kami telah mengemukakan amanat kepada langit, bumi  dan gunung-gunung, maka semuanya enggan untuk memikul amanat itu dan  mereka khawatir akan mengkhianatinya, dan dipikullah amanat itu oleh  manusia. Sesungguhnya manusia itu amat zalim dan amat bodoh.” (QS  Al-Ahzab ayat 72)&lt;/em&gt;&lt;/p&gt; &lt;p&gt;Saudaraku, dari terurainya simpul Islam yang paling pertama ini, maka  kitapun menyaksikan terurainya berbagai simpul Islam lainnya. Sehingga  dewasa ini tidak lagi mengagetkan bila kita mendapati seorang yang  mengaku muslim dengan ringannya meninggalkan kewajiban paling asasi,  yaitu sholat. Dan jika ini benar, berarti dewasa ini kita sedang  menyaksikan realisasi hadits Nabi saw di atas di mana dari ikatan Islam  paling awal –yaitu masalah hukum– hingga ikatan Islam paling akhir  –yaitu sholat– semua telah terurai.&lt;/p&gt; &lt;p&gt;Saudaraku, marilah kita menjadikan ini sebagai ibrah agar kita  memainkan peranan seoptimal mungkin untuk merajut kembali ikatan Islam  simpul demi simpul. Dimulai dengan kita menghidupkan sholat wajib  berjamaah dan di masjid hingga mengadvokasi wajibnya ummat kembali hanya  tunduk kepada hukum Allah dan RasulNya dan meninggalkan hukum zalim  lagi tidak cerdas bikinan manusia yang hanya menimbulkan kekacauan,  melestarikan kemungkaran dan berfihak kepada kezaliman. &lt;em&gt;Insya Allah.&lt;/em&gt;&lt;/p&gt;                         &lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/2197574349984307055-8928961896756518533?l=ilmutaqwa.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://ilmutaqwa.blogspot.com/feeds/8928961896756518533/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://ilmutaqwa.blogspot.com/2010/10/ikatan-islam-bakal-terurai-simpul-demi.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/2197574349984307055/posts/default/8928961896756518533'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/2197574349984307055/posts/default/8928961896756518533'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://ilmutaqwa.blogspot.com/2010/10/ikatan-islam-bakal-terurai-simpul-demi.html' title='Ikatan Islam Bakal Terurai Simpul Demi Simpul'/><author><name>adnan</name><uri>http://www.blogger.com/profile/13998233627468636942</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='32' src='http://3.bp.blogspot.com/_HiR1pv0orwM/TCXLX5J4RfI/AAAAAAAAAAM/jEFd0Qx8UnE/S220/islamic_avatar_horse.gif'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-2197574349984307055.post-1616919327040452727</id><published>2010-10-01T23:56:00.000-07:00</published><updated>2010-10-02T00:02:20.313-07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='sumber tulisan dari eramuslim.com'/><title type='text'>Arti Nama-Nama Bulan Hijriyah</title><content type='html'>berkunjung ke eramuslim.com selalu menambah ilmu dan hikmah buatku, nah saya tertarik tulisan Arti Nama-Nama Bulan Hijriyah yang tentunya menambah lagi perbendaharaan ilmu kita dan sayapun mengcopy untuk saya bagikan juga untuk semua blogger yang berkunjung kesini selamat membaca :&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;p&gt;&lt;img class="caption" src="http://a.cdn.tendaweb.com/fckfiles/image/tahukah-anda/0monthsinislam.jpg" alt="" width="370" /&gt;&lt;br /&gt;&lt;/p&gt;&lt;p&gt;Kalender Islam menggunakan peredaran bulan sebagai  acuannya, berbeda dengan kalender biasa (kalender Masehi) yang  menggunakan peredaran matahari.&lt;/p&gt; &lt;p&gt;Penetapan kalender Hijriyah dilakukan pada jaman Khalifah Umar bin  Khatab, yang menetapkan peristiwa hijrahnya Rasulullah saw dari Mekah ke  Madinah.&lt;/p&gt; &lt;p&gt;Kalender Hijriyah juga terdiri dari 12 bulan, dengan jumlah hari  berkisar 29 - 30 hari. Penetapan 12 bulan ini sesuai dengan firman Allah  Subhana Wata'ala: ”Sesungguhnya bilangan bulan pada sisi Allah ialah  dua belas bulan, dalam ketetapan Allah di waktu Dia menciptakan langit  dan bumi, di antaranya empat bulan haram. Itulah (ketetapan) agama yang  lurus, maka janganlah kamu menganiaya diri kamu dalam bulan yang empat  itu, dan perangilah kaum musyrikin itu semuanya sebagaimana mereka pun  memerangi kamu semuanya; dan ketahuilah bahwasanya Allah beserta  orang-orang yang bertakwa.” (QS : At Taubah(9):36).&lt;/p&gt; &lt;p&gt;Sebelumnya, orang arab pra-kerasulan Rasulullah Muhammad SAW telah  menggunakan bulan-bulan dalam kalender hijriyah ini. Hanya saja mereka  tidak menetapkan ini tahun berapa, tetapi tahun apa. Misalnya saja kita  mengetahui bahwa kelahiran Rasulullah SAW adalah di tahun gajah.&lt;/p&gt; &lt;p&gt;Abu Musa Al-Asyári sebagai salah satu gubernur di zaman Khalifah Umar  r.a. menulis surat kepada Amirul Mukminin yang isinya menanyakan  surat-surat dari khalifah yang tidak ada tahunnya, hanya tanggal dan  bulan saja, sehingga membingungkan. Khalifah Umar lalu mengumpulkan  beberapa sahabat senior waktu itu. Mereka adalah Utsman bin Affan r.a.,  Ali bin Abi Thalib r.a., Abdurrahman bin Auf r.a., Sa’ad bin Abi Waqqas  r.a., Zubair bin Awwam r.a., dan Thalhan bin Ubaidillah r.a. Mereka  bermusyawarah mengenai kalender Islam. Ada yang mengusulkan berdasarkan  milad Rasulullah saw. Ada juga yang mengusulkan berdasarkan pengangkatan  Muhammad saw menjadi Rasul. Dan yang diterima adalah usul dari Ali bin  Abi Thalib r.a. yaitu berdasarkan momentum hijrah Rasulullah SAW dari  Makkah ke Yatstrib (Madinah).&lt;/p&gt; &lt;p&gt;Maka semuanya setuju dengan usulan Ali r.a. dan ditetapkan bahwa  tahun pertama dalam kalender Islam adalah pada masa hijrahnya Rasulullah  saw.&lt;/p&gt; &lt;p&gt;Sedangkan nama-nama bulan dalam kalender hijriyah ini diambil dari  nama-nama bulan yang telah ada dan berlaku di masa itu di bangsa Arab.&lt;/p&gt; &lt;p&gt;Orang Arab memberi nama bulan-bulan mereka dengan melihat keadaan  alam dan masyarakat pada masa-masa tertentu sepanjang tahun. Misalnya  bulan Ramadhan, dinamai demikian karena pada bulan Ramadhan waktu itu  udara sangat panas seperti membakar kulit rasanya. Berikut adalah arti  nama-nama bulan dalam Islam:&lt;/p&gt; &lt;p&gt;&lt;strong&gt;MUHARRAM, &lt;/strong&gt;artinya: yang diharamkan atau yang menjadi  pantangan. Penamaan Muharram, sebab pada bulan itu dilarang menumpahkan  darah atau berperang. Larangan tesebut berlaku sampai masa awal Islam.&lt;/p&gt; &lt;p&gt;&lt;strong&gt;SHAFAR&lt;/strong&gt;, artinya: kosong. Penamaan Shafar, karena  pada bulan itu semua orang laki-laki Arab dahulu pergi meninggalkan  rumah untuk merantau, berniaga dan berperang, sehingga pemukiman mereka  kosong dari orang laki-laki.&lt;/p&gt; &lt;p&gt;&lt;strong&gt;RABI'ULAWAL&lt;/strong&gt;, artinya: berasal dari kata rabi’  (menetap) dan awal (pertama). Maksudnya masa kembalinya kaum laki-laki  yang telah meninqgalkan rumah atau merantau. Jadi awal menetapnya kaum  laki-laki di rumah. Pada bulan ini banyak peristiwa bersejarah bagi umat  Islam, antara lain: Nabi Muhammad saw lahir, diangkat menjadi Rasul,  melakukan hijrah, dan wafat pada bulan ini juga.&lt;/p&gt; &lt;p&gt;&lt;strong&gt;RABIU'ULAKHIR&lt;/strong&gt;, artinya: masa menetapnya kaum  laki-laki untuk terakhir atau penghabisan.&lt;/p&gt; &lt;p&gt;&lt;strong&gt;JUMADILAWAL&lt;/strong&gt; nama bulan kelima. Berasal dari kata  jumadi (kering) dan awal (pertama). Penamaan Jumadil Awal, karena bulan  ini merupakan awal musim kemarau, di mana mulai terjadi kekeringan.&lt;/p&gt; &lt;p&gt;&lt;strong&gt;JUMADILAKHIR&lt;/strong&gt;, artinya: musim kemarau yang  penghabisan.&lt;/p&gt; &lt;p&gt;&lt;strong&gt;RAJAB, &lt;/strong&gt;artinya: mulia. Penamaan Rajab, karena bangsa  Arab tempo dulu sangat memuliakan bulan ini, antara lain dengan  melarang berperang.&lt;/p&gt; &lt;p&gt;&lt;strong&gt;SYA'BAN&lt;/strong&gt;, artinya: berkelompok. Penamaan Sya’ban  karena orang-orang Arab pada bulan ini lazimnya berkelompok mencari  nafkah. Peristiwa penting bagi umat Islam yang terjadi pada bulan ini  adalah perpindahan kiblat dari Baitul Muqaddas ke Ka’bah (Baitullah).&lt;/p&gt; &lt;p&gt;&lt;strong&gt;RAMADHAN&lt;/strong&gt;, artinya: sangat panas. Bulan Ramadhan  merupakan satu-satunya bulan yang tersebut dalam Al-Quran, Satu bulan  yang memiliki keutamaan, kesucian, dan aneka keistimewaan. Hal itu  dikarenakan peristiwa-peristiwa peting seperti: Allah menurunkan  ayat-ayat Al-Quran pertama kali, ada malam Lailatul Qadar, yakni malam  yang sangat tinggi nilainya, karena para malaikat turun untuk memberkati  orang-orang beriman yang sedang beribadah, bulan ini ditetapkan sebagai  waktu ibadah puasa wajib, pada bulan ini kaurn muslimin dapat  rnenaklukan kaum musyrik dalarn perang Badar Kubra dan pada bulan ini  juga Nabi Muhammad saw berhasil mengambil alih kota Mekah dan mengakhiri  penyembahan berhala yang dilakukan oleh kaum musyrik.&lt;/p&gt; &lt;p&gt;&lt;strong&gt;SYAWWAL&lt;/strong&gt;, artinya: kebahagiaan. Maksudnya kembalinya  manusia ke dalam fitrah (kesucian) karena usai menunaikan ibadah puasa  dan membayar zakat serta saling bermaaf-maafan. Itulah yang  mernbahagiakan.&lt;/p&gt; &lt;p&gt;&lt;strong&gt;DZULQAIDAH&lt;/strong&gt;, berasal dari kata dzul (pemilik) dan  qa’dah (duduk). Penamaan Dzulqaidah, karena bulan itu merupakan waktu  istirahat bagi kaum laki-laki Arab dahulu. Mereka menikmatmnya dengan  duduk-duduk di rumah.&lt;/p&gt; &lt;p&gt;&lt;strong&gt;DZULHIJJAH &lt;/strong&gt;artinya: yang menunaikan haji. Penamaan  Dzulhijjah, sebab pada bulan ini umat Islam sejak Nabi Adam as.  menunaikan ibadah haji.&lt;/p&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/2197574349984307055-1616919327040452727?l=ilmutaqwa.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://ilmutaqwa.blogspot.com/feeds/1616919327040452727/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://ilmutaqwa.blogspot.com/2010/10/arti-nama-nama-bulan-hijriyah.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/2197574349984307055/posts/default/1616919327040452727'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/2197574349984307055/posts/default/1616919327040452727'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://ilmutaqwa.blogspot.com/2010/10/arti-nama-nama-bulan-hijriyah.html' title='Arti Nama-Nama Bulan Hijriyah'/><author><name>adnan</name><uri>http://www.blogger.com/profile/13998233627468636942</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='32' src='http://3.bp.blogspot.com/_HiR1pv0orwM/TCXLX5J4RfI/AAAAAAAAAAM/jEFd0Qx8UnE/S220/islamic_avatar_horse.gif'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-2197574349984307055.post-6462309170118466211</id><published>2010-09-25T21:09:00.000-07:00</published><updated>2010-09-25T21:16:52.407-07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='di copy dari dakwatuna.com'/><title type='text'>makna islam</title><content type='html'>salam,&lt;br /&gt;ilmu yang saya copy dari website dakwatuna.com ini untuk semua blogger yang relah menghabiskan waktunya yang begitu berharga di blog sederhana dan sedikit bahan ilmu ini, baik kita ketahui bersama makna islam itu sendiri sebagai berikut :&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Di antara keistimewaan agama Islam adalah namanya. Berbeda dengan agama lain, nama agama ini bukan berasal dari nama pendirinya atau nama tempat penyebarannya. Tapi, nama Islam menunjukkan sikap dan sifat pemeluknya terhadap Allah. &lt;p&gt;Yang memberi nama Islam juga bukan seseorang, bukan pula suatu masyarakat, tapi Allah Ta’ala, Pencipta alam semesta dan segala isinya. Jadi, Islam sudah dikenal sejak sebelum kedatangan Nabi Muhammad saw. dengan nama yang diberikan Allah.&lt;/p&gt; &lt;p&gt;Islam berasal dari kata salima yuslimu istislaam –artinya tunduk atau patuh– selain yaslamu salaam –yang berarti selamat, sejahtera, atau damai. Menurut bahasa Arab, pecahan kata Islam mengandung pengertian: islamul wajh (ikhlas menyerahkan diri kepada Allah), istislama (tunduk secara total kepada Allah), salaamah atau saliim (suci dan bersih), salaam (selamat sejahtera), dan silm (tenang dan damai). Semua pengertian itu digunakan Alquran seperti di ayat-ayat berikut ini.&lt;/p&gt; &lt;div class="arabic"&gt;وَمَنْ أَحْسَنُ دِينًا مِمَّنْ أَسْلَمَ وَجْهَهُ لِلَّهِ وَهُوَ مُحْسِنٌ وَاتَّبَعَ مِلَّةَ إِبْرَاهِيمَ حَنِيفًا وَاتَّخَذَ اللَّهُ إِبْرَاهِيمَ خَلِيلًا&lt;/div&gt; &lt;p&gt;Dan siapakah yang lebih baik agamanya dari pada orang yang ikhlas menyerahkan dirinya kepada Allah, sedang dia pun mengerjakan kebaikan, dan ia mengikuti agama Ibrahim yang lurus? Dan Allah mengambil Ibrahim menjadi kesayangan-Nya. (An-Nisa’: 125)&lt;/p&gt; &lt;div class="arabic"&gt;أَفَغَيْرَ دِينِ اللَّهِ يَبْغُونَ وَلَهُ أَسْلَمَ مَنْ فِي السَّمَاوَاتِ وَالْأَرْضِ طَوْعًا وَكَرْهًا وَإِلَيْهِ يُرْجَعُونَ&lt;/div&gt; &lt;p&gt;Maka apakah mereka mencari agama yang lain dari agama Allah, padahal kepada-Nya-lah menyerahkan diri segala apa yang di langit dan di bumi, baik dengan suka maupun terpaksa dan Hanya kepada Allahlah mereka dikembalikan. (Ali Imran: 83)&lt;/p&gt; &lt;div class="arabic"&gt;إِلَّا مَنْ أَتَى اللَّهَ بِقَلْبٍ سَلِيمٍ&lt;/div&gt; &lt;p&gt;Kecuali orang-orang yang menghadap Allah dengan hati yang bersih. (Asy-Syu’araa’: 89)&lt;/p&gt; &lt;div class="arabic"&gt;وَإِذَا جَاءَكَ الَّذِينَ يُؤْمِنُونَ بِآَيَاتِنَا فَقُلْ سَلَامٌ عَلَيْكُمْ كَتَبَ رَبُّكُمْ عَلَى نَفْسِهِ الرَّحْمَةَ أَنَّهُ مَنْ عَمِلَ مِنْكُمْ سُوءًا بِجَهَالَةٍ ثُمَّ تَابَ مِنْ بَعْدِهِ وَأَصْلَحَ فَأَنَّهُ غَفُورٌ رَحِيمٌ&lt;/div&gt; &lt;p&gt;Apabila orang-orang yang beriman kepada ayat-ayat kami itu datang kepadamu, Maka Katakanlah: “Salaamun alaikum (Mudah-mudahan Allah melimpahkan kesejahteraan atas kamu).” Tuhanmu Telah menetapkan atas Diri-Nya kasih sayang, (yaitu) bahwasanya barang siapa yang berbuat kejahatan di antara kamu lantaran kejahilan, kemudian ia bertaubat setelah mengerjakannya dan mengadakan perbaikan, Maka Sesungguhnya Allah Maha Pengampun lagi Maha Penyayang. (Al-An’am: 54)&lt;/p&gt; &lt;div class="arabic"&gt;فَلَا تَهِنُوا وَتَدْعُوا إِلَى السَّلْمِ وَأَنْتُمُ الْأَعْلَوْنَ وَاللَّهُ مَعَكُمْ وَلَنْ يَتِرَكُمْ أَعْمَالَكُمْ&lt;/div&gt; &lt;p&gt;Janganlah kamu lemah dan minta damai padahal kamulah yang di atas dan Allah pun bersamamu dan dia sekali-kali tidak akan mengurangi pahala amal-amalmu. (Muhammad: 35)&lt;/p&gt; &lt;p&gt;Sementara sebagai istilah, Islam memiliki arti: tunduk dan menerima segala perintah dan larangan Allah yang terdapat dalam wahyu yang diturunkan Allah kepada para Nabi dan Rasul yang terhimpun di dalam Alquran dan Sunnah. Manusia yang menerima ajaran Islam disebut muslim. Seorang muslim mengikuti ajaran Islam secara total dan perbuatannya membawa perdamaian dan keselamatan bagi manusia. Dia terikat untuk mengimani, menghayati, dan mengamalkan Alquran dan Sunnah.&lt;/p&gt; &lt;p&gt;Kalimatul Islam (kata Al-Islam) mengandung pengertian dan prinsip-prinsip yang dapat didefinisikan secara terpisah dan bila dipahami secara menyeluruh merupakan pengertian yang utuh.&lt;/p&gt; &lt;p&gt;1. Islam adalah Ketundukan&lt;/p&gt; &lt;p&gt;Allah menciptakan alam semesta, kemudian menetapkan manusia sebagai hambaNya yang paling besar perannya di muka bumi. Manusia berinteraksi dengan sesamanya, dengan alam semesta di sekitarnya, kemudian berusaha mencari jalan untuk kembali kepada Penciptanya. Tatkala salah berinteraksi dengan Allah, kebanyakan manusia beranggapan alam sebagai Tuhannya sehingga mereka menyembah sesuatu dari alam. Ada yang menduga-duga sehingga banyak di antara mereka yang tersesat. Ajaran yang benar adalah ikhlas berserah diri kepada Pencipta alam yang kepada-Nya alam tunduk patuh berserah diri (An-Nisa: 125). Maka, Islam identik dengan ketundukan kepada sunnatullah yang terdapat di alam semesta (tidak tertulis) maupun Kitabullah yang tertulis (Alquran).&lt;/p&gt; &lt;p&gt;2. Islam adalah Wahyu Allah&lt;/p&gt; &lt;p&gt;Dengan kasih sayangnya, Allah menurunkan Ad-Dien (aturan hidup) kepada manusia. Tujuannya agar manusia hidup teratur dan menemukan jalan yang benar menuju Tuhannya. Aturan itu meliputi seluruh bidang kehidupan: politik, hukum, sosial, budaya, dan sebagainya. Dengan demikian, manusia akan tenteram dan damai, hidup rukun, dan bahagia dengan sesamanya dalam naungan ridha Tuhannya (Al-Baqarah: 38).&lt;/p&gt; &lt;p&gt;Karena kebijaksanaan-Nya, Allah tidak menurunkan banyak agama. Dia hanya menurunkan Islam. Agama selain Islam tidak diakui di sisi Allah dan akan merugikan penganutnya di akhirat nanti.&lt;/p&gt; &lt;div class="arabic"&gt;إِنَّ الدِّينَ عِنْدَ اللَّهِ الْإِسْلَامُ وَمَا اخْتَلَفَ الَّذِينَ أُوتُوا الْكِتَابَ إِلَّا مِنْ بَعْدِ مَا جَاءَهُمُ الْعِلْمُ بَغْيًا بَيْنَهُمْ وَمَنْ يَكْفُرْ بِآَيَاتِ اللَّهِ فَإِنَّ اللَّهَ سَرِيعُ الْحِسَابِ&lt;/div&gt; &lt;p&gt;Sesungguhnya agama (yang diridhai) di sisi Allah hanyalah Islam. Tiada berselisih orang-orang yang telah diberi Al-Kitab kecuali sesudah datang pengetahuan kepada mereka, karena kedengkian (yang ada) di antara mereka. Barangsiapa yang kafir terhadap ayat-ayat Allah, maka sesungguhnya Allah sangat cepat hisab-Nya. (Ali Imran: 19)&lt;/p&gt; &lt;p&gt;Islam merupakan satu-satunya agama yang bersandar kepada wahyu Allah secara murni. Artinya, seluruh sumber nilai dari nilai agama ini adalah wahyu yang Allah turunkan kepada para Rasul-Nya terdahulu. Dengan kata lain, setiap Nabi adalah muslim dan mengajak kepada ajaran Islam. Ada pun agama-agama yang lain, seperti Yahudi dan Nasrani, adalah penyimpangan dari ajaran wahyu yang dibawa oleh para nabi tersebut.&lt;/p&gt; &lt;p&gt;3. Islam adalah Agama Para Nabi dan Rasul&lt;/p&gt; &lt;p&gt;Perhatikan kesaksian Alquran berikut ini bahwa Nabi Ibrahim adalah muslim, bukan Yahudi atau pun Nasrani.&lt;/p&gt; &lt;div class="arabic"&gt;وَوَصَّى بِهَا إِبْرَاهِيمُ بَنِيهِ وَيَعْقُوبُ يَا بَنِيَّ إِنَّ اللَّهَ اصْطَفَى لَكُمُ الدِّينَ فَلَا تَمُوتُنَّ إِلَّا وَأَنْتُمْ مُسْلِمُون&lt;/div&gt; &lt;p&gt;Dan Ibrahim Telah mewasiatkan ucapan itu kepada anak-anaknya, demikian pula Ya’qub. (Ibrahim berkata): “Hai anak-anakku! Sesungguhnya Allah Telah memilih agama ini bagimu, maka janganlah kamu mati kecuali dalam memeluk agama Islam”. (Al-Baqarah: 132)&lt;/p&gt; &lt;p&gt;Nabi-nabi lain pun mendakwahkan ajaran Islam kepada manusia. Mereka mengajarkan agama sebagaimana yang dibawa Nabi Muhammad saw. Hanya saja, dari segi syariat (hukum dan aturan) belum selengkap yang diajarkan Nabi Muhammad saw. Tetapi, ajaran prinsip-prinsip keimanan dan akhlaknya sama. Nabi Muhammad saw. datang menyempurnakan ajaran para Rasul, menghapus syariat yang tidak sesuai dan menggantinya dengan syariat yang baru.&lt;/p&gt; &lt;div class="arabic"&gt;قُلْ آَمَنَّا بِاللَّهِ وَمَا أُنْزِلَ عَلَيْنَا وَمَا أُنْزِلَ عَلَى إِبْرَاهِيمَ وَإِسْمَاعِيلَ وَإِسْحَاقَ وَيَعْقُوبَ وَالْأَسْبَاطِ وَمَا أُوتِيَ مُوسَى وَعِيسَى وَالنَّبِيُّونَ مِنْ رَبِّهِمْ لَا نُفَرِّقُ بَيْنَ أَحَدٍ مِنْهُمْ وَنَحْنُ لَهُ مُسْلِمُونَ&lt;/div&gt; &lt;p&gt;Katakanlah: “Kami beriman kepada Allah dan kepada apa yang diturunkan kepada kami dan yang diturunkan kepada Ibrahim, Ismail, Ishaq, Ya’qub, dan anak-anaknya, dan apa yang diberikan kepada Musa, Isa dan para nabi dari Tuhan mereka. kami tidak membeda-bedakan seorangpun di antara mereka dan Hanya kepada-Nyalah kami menyerahkan diri.” (Ali Imran: 84)&lt;/p&gt; &lt;p&gt;Menurut pandangan Alquran, agama Nasrani yang ada sekarang ini adalah penyimpangan dari ajaran Islam yang dibawa Nabi Isa a.s. Nama agama ini sesuai nama suku yang mengembangkannya. Isinya jauh dari Kitab Injil yang diajarkan Isa a.s.. Agama Yahudi pun telah menyimpang dari ajaran Islam yang dibawa Nabi Musa a.s.. Diberi nama dengan nama salah satu Suku Bani Israil, Yahuda. Kitab Suci Taurat mereka campur aduk dengan pemikiran para pendeta dan ajarannya ditinggalkan.&lt;/p&gt; &lt;p&gt;4. Islam adalah Hukum-hukum Allah di dalam Alquran dan Sunnah&lt;/p&gt; &lt;p&gt;Orang yang ingin mengetahui apa itu Islam hendaknya melihat Kitabullah Alquran dan Sunnah Rasulullah. Keduanya, menjadi sumber nilai dan sumber hukum ajaran Islam. Islam tidak dapat dilihat pada perilaku penganut-penganutnya, kecuali pada pribadi Rasulullah saw. dan para sahabat beliau. Nabi Muhammad saw. bersifat ma’shum (terpelihara dari kesalahan) dalam mengamalkan Islam.&lt;/p&gt; &lt;p&gt;Beliau membangun masyarakat Islam yang terdiri dari para sahabat yang langsung terkontrol perilakunya oleh Allah dan Rasul-Nya. Jadi, para sahabat Nabi tidaklah ma’shum bagaimana Nabi, tapi mereka istimewa karena merupakan pribadi-pribadi dididik langsung Nabi Muhammad. Islam adalah akidah dan ibadah, tanah air dan penduduk, rohani dan amal, Alquran dan pedang. Pemahaman yang seperti ini telah dibuktikan dalam hidup Nabi, para sahabat, dan para pengikut mereka yang setia sepanjang zaman.&lt;/p&gt; &lt;p&gt;5. Islam adalah Jalan Allah Yang Lurus&lt;/p&gt; &lt;p&gt;Islam merupakan satu-satunya pedoman hidup bagi seorang muslim. Baginya, tidak ada agama lain yang benar selain Islam. Karena ini merupakan jalan Allah yang lurus yang diberikan kepada orang-orang yang diberi nikmat oleh Allah.&lt;/p&gt; &lt;div class="arabic"&gt;وَأَنَّ هَذَا صِرَاطِي مُسْتَقِيمًا فَاتَّبِعُوهُ وَلَا تَتَّبِعُوا السُّبُلَ فَتَفَرَّقَ بِكُمْ عَنْ سَبِيلِهِ ذَلِكُمْ وَصَّاكُمْ بِهِ لَعَلَّكُمْ تَتَّقُونَ&lt;/div&gt; &lt;p&gt;Dan bahwa (yang kami perintahkan ini) adalah jalanKu yang lurus, Maka ikutilah Dia, dan janganlah kamu mengikuti jalan-jalan (yang lain), Karena jalan-jalan itu mencerai beraikan kamu dari jalannya. yang demikian itu diperintahkan Allah agar kamu bertakwa. (Al-An’am: 153)&lt;/p&gt; &lt;div class="arabic"&gt;ثُمَّ جَعَلْنَاكَ عَلَى شَرِيعَةٍ مِنَ الْأَمْرِ فَاتَّبِعْهَا وَلَا تَتَّبِعْ أَهْوَاءَ الَّذِينَ لَا يَعْلَمُونَ&lt;/div&gt; &lt;p&gt;Kemudian kami jadikan kamu berada di atas suatu syariat (peraturan) dari urusan (agama itu), Maka ikutilah syariat itu dan janganlah kamu ikuti hawa nafsu orang-orang yang tidak Mengetahui. (Al-Jaatsiyah: 18)&lt;/p&gt; &lt;p&gt;6. Islam Pembawa Keselamatan Dunia dan Akhirat&lt;/p&gt; &lt;p&gt;Sebagaimana sifatnya yang bermakna selamat sejahtera, Islam menyelamatkan hidup manusia di dunia dan di akhirat.&lt;/p&gt; &lt;p&gt;Keselamatan dunia adalah kebersihan hati dari noda syirik dan kerusakan jiwa. Sedangkan keselamatan akhirat adalah masuk surga yang disebut Daarus Salaam.&lt;/p&gt; &lt;div class="arabic"&gt;وَاللَّهُ يَدْعُو إِلَى دَارِ السَّلَامِ وَيَهْدِي مَنْ يَشَاءُ إِلَى صِرَاطٍ مُسْتَقِيمٍ&lt;/div&gt; &lt;p&gt;Allah menyeru (manusia) ke darussalam (surga), dan menunjuki orang yang dikehendaki-Nya kepada jalan yang lurus (Islam). (Yunus: 25)&lt;/p&gt; &lt;p&gt;Dengan enam prinsip di atas, kita dapat memahami kemuliaan dan keagungan ajaran agama Allah ini. Nabi Muhammad saw. bersabda, “Islam itu tinggi dan tidak ada kerendahan di dalamnya.” Sebagai ajaran, Islam tidak terkalahkan oleh agama lain. Maka, setiap muslim wajib meyakini kelebihan Islam dari agama lain atau ajaran hidup yang lain. Allah sendiri memberi jaminan.&lt;/p&gt; &lt;div class="arabic"&gt;الْيَوْمَ أَكْمَلْتُ لَكُمْ دِينَكُمْ وَأَتْمَمْتُ عَلَيْكُمْ نِعْمَتِي وَرَضِيتُ لَكُمُ الْإِسْلَامَ دِينًا&lt;/div&gt; &lt;p&gt;Pada hari Ini Telah Kusempurnakan untuk kamu agamamu, dan Telah Ku-cukupkan kepadamu nikmat-Ku, dan Telah Ku-ridhai Islam itu jadi agama bagimu. (Al-Maa-idah: 3)&lt;/p&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/2197574349984307055-6462309170118466211?l=ilmutaqwa.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://ilmutaqwa.blogspot.com/feeds/6462309170118466211/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://ilmutaqwa.blogspot.com/2010/09/makna-islam.html#comment-form' title='1 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/2197574349984307055/posts/default/6462309170118466211'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/2197574349984307055/posts/default/6462309170118466211'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://ilmutaqwa.blogspot.com/2010/09/makna-islam.html' title='makna islam'/><author><name>adnan</name><uri>http://www.blogger.com/profile/13998233627468636942</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='32' src='http://3.bp.blogspot.com/_HiR1pv0orwM/TCXLX5J4RfI/AAAAAAAAAAM/jEFd0Qx8UnE/S220/islamic_avatar_horse.gif'/></author><thr:total>1</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-2197574349984307055.post-7509178292614357587</id><published>2010-09-25T19:33:00.000-07:00</published><updated>2010-09-25T19:45:36.657-07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='niat ikhlas'/><title type='text'>niat dalam mencari ilmu</title><content type='html'>salam,&lt;br /&gt;sebagai seorang hamba ALLAH yang selalu haus akan ilmu baik itu ilmu duniawi maupun ilmu yang dapat membuat kita mengenal kemaha kuasaan ALLAH swt tentulah selalu dituntut untuk selalu bisa membersihkan dan meluruskan niat kita, baik itu niat sebelum kita menuntut ilmu, sedang dalam proses menuntut ilmu maupun sesudah kita memiliki ilmu tertentu hendaklah niat bersih untuk bisa menjadi hamba ALLAH yang menggunakan ilmunya hanya untuk dijalan kebenaran dan juga untuk bisa menjadi jalan manfaat bagi sesama hamba ALLAH adalah prioritas utama kita sebagai seorang penuntut ilmu sebab apalah artinya memiliki ilmu yang banyak namun justeru semakin menjauhkan diri kita dari sang maha kuasa, apalah arti ilmu yang bisa membuat kita kaya didunia yang sementara ini namun justeru membuat kita menjadi orang yang miskin diakhirat kelak, sungguh ilmu yang disertai dengan niat yang tulus karena ALLAH sajalah yang bisa mengantarkan bagi kita sebagai hamba ALLAH penuntut ilmu ini menjadi manusia yang bahagia dan sukses dunia akhirat, insya ALLAH.&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/2197574349984307055-7509178292614357587?l=ilmutaqwa.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://ilmutaqwa.blogspot.com/feeds/7509178292614357587/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://ilmutaqwa.blogspot.com/2010/09/niat-dalam-mencari-ilmu.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/2197574349984307055/posts/default/7509178292614357587'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/2197574349984307055/posts/default/7509178292614357587'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://ilmutaqwa.blogspot.com/2010/09/niat-dalam-mencari-ilmu.html' title='niat dalam mencari ilmu'/><author><name>adnan</name><uri>http://www.blogger.com/profile/13998233627468636942</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='32' src='http://3.bp.blogspot.com/_HiR1pv0orwM/TCXLX5J4RfI/AAAAAAAAAAM/jEFd0Qx8UnE/S220/islamic_avatar_horse.gif'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-2197574349984307055.post-6203877305989395273</id><published>2010-09-25T02:53:00.000-07:00</published><updated>2010-09-25T02:59:52.248-07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='di copy dari eramuslim.com'/><title type='text'>tentang chatting dengan bukan mahram</title><content type='html'>salam,&lt;br /&gt;sewaktu mengunjungi website eramuslim.com saya mendapati sebuah tanya jawab yang menarik dan selalu akrab dilakukan oleh blogger yaitu hukum chatting antara lelaki dan perempuan yang bukan muhrimnya dan sayapun tertarik untuk mengcopynya ke blog saya ini agar lebih banyak lagi teman-teman blogger yang mengerti tentang hukum chatting dengan yang bukan mahramnya dan berikut ini hukum-hukum chatting dengan bukan mahram tersebut :&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;p&gt;1. Chatting itu berisi tentang menampakkan yang hak (kebenaran) dan memabatalkan yang batil.&lt;/p&gt; &lt;p&gt;2. Chatting itu berisi tentang pengajaran ilmu, firman Allah swt :&lt;/p&gt; &lt;p class="ArabCenter"&gt;فَاسْأَلُواْ أَهْلَ الذِّكْرِ إِن كُنتُمْ لاَ تَعْلَمُونَ&lt;br /&gt;&lt;/p&gt; &lt;p&gt;Artinya : “Maka Tanyakanlah olehmu kepada orang-orang yang berilmu, jika kamu tiada mengetahui.” (QS. Al Anbiya : 7)&lt;/p&gt; &lt;p&gt;Rasulullah shallallahu 'alaihi wasallam bersabda: "Menuntut ilmu adalah kewajiban bagi setiap muslim.” (dishahihkan al Albani dari Anas, Ali dan Abi Said radhiyallahu anhum)&lt;/p&gt; &lt;p&gt;3. Kedua orang yang berbincang-bincang itu tidaklah mengeluarkan obrolannya itu dari area adab-adab islam didalam penggunaan lafazh-lafazh, memilih ungkapan-ungkapan yang tidak meragukan dan tidak kotor yang dibenci sebagaimana yang banyak digunakan oleh para pengumbar hawa nafsu.&lt;/p&gt; &lt;p&gt;4. Chatting itu bukan yang membawa kemudharatan bagi islam dan kaum musliimin akan tetapi justru yang dapat memberikan bantuan bagi mereka untuk belajar agama mereka melalui saluran baru sebagaimana orang-orang kafir membelanjakan waktu-waktu mereka untuk penyebaran kebatilan. Sesungguhnya seorang muslim membelanjakan setiap potensinya dijalan penyebaran keutamaan, kebaikan dan kebenaran.&lt;/p&gt; &lt;p&gt;5. Hendaklah antara kedua orang yang melakukan chatting itu bisa dipercaya untuk tetap berada diatas kebenaran dan tidaklah salah satu dari keduanya memenangkan dirinya karena hal itu dapat mengaburkan berbagai hakikat dan menunggangi hawa nafsu, naudzu billah itu semua tergolong dalam kejahatan jiwa amaroh bissuu’ (jiwa yang menyuruh kepada kejahatan)&lt;/p&gt; &lt;p&gt;6. Hendaklah obrolan itu di ruang public yang bisa diikuti pula oleh banyak orang yang lain dan obrolan itu bukanlah obrolan khusus antara seorang pria dan wanita yang tidak disaksikan oleh selain mereka berdua karena ini termasuk salah satu pintu fitnah. Dan jika patokan-patokann tersebut terpenuhi meskipun tidak disaksikan dan ia bukanlah pembicaraan langsung maka tidaklah mengapa meski yang paling utama adalah tidak melakukannya sebagai sebuah tindakan preventif karena terkadang perbuatan itu bisa menjerumuskan seseorang kedala perbuatan yang diharamkan. Sesungguhnya setan mengalir di tubuh anusia lewat aliran darah. (Markaz al Fatw No. 1759)&lt;/p&gt; &lt;p&gt;Dengan demikian jika chatting dilakukan diantara dua orang berlainan jenis yang bukan mahramnya tidak memenuhi patokan-patokan syar’i diatas maka hendaklah dihindari karena hal itu bisa menjerumuskannya kepada perbuatan yang diharamkan.&lt;/p&gt; &lt;p&gt;Tidak jarang bermula dari sebatas orbolan biasa, kemudian menjadi obrolan yang bersifat pribadi hingga lebih pribadi lagi (berpacaran) tidak terkecuali apakah dia seorang yang masih bujangan atau telah menikah hingga terjadi perselingkuhan dan perzinahan—naudzu billah—dan setan pun tertawa lebar-lebar.&lt;/p&gt; &lt;p&gt;Wallahu A’lam&lt;/p&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/2197574349984307055-6203877305989395273?l=ilmutaqwa.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://ilmutaqwa.blogspot.com/feeds/6203877305989395273/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://ilmutaqwa.blogspot.com/2010/09/tentang-chatting-dengan-bukan-mahram.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/2197574349984307055/posts/default/6203877305989395273'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/2197574349984307055/posts/default/6203877305989395273'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://ilmutaqwa.blogspot.com/2010/09/tentang-chatting-dengan-bukan-mahram.html' title='tentang chatting dengan bukan mahram'/><author><name>adnan</name><uri>http://www.blogger.com/profile/13998233627468636942</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='32' src='http://3.bp.blogspot.com/_HiR1pv0orwM/TCXLX5J4RfI/AAAAAAAAAAM/jEFd0Qx8UnE/S220/islamic_avatar_horse.gif'/></author><thr:total>0</thr:total></entry></feed>
